Pangkalan bun, ya sebuah kota yang sepi dan berdebu, btw orang rumah sakitnya oke punya, mempunyai tempo permainan yang cepat. Sehingga implementasi SIMRS-nya pun berjalan lumayan lancar. Perjalanan ke pangkalan bun di tempuh semalam berangkat dari banjar baru bersama my bro uun alias solikun. Awal berangkat naik bus tanggung ke palangkaraya kemudian transit berganti dengan bus AC, tapi sama aja, soalnya kabut asap bro…sempat makan di awal pernjalanan, wah seperti kota texas city berdebu dan berkabut, mirip dunia lain milik nini pelet.
Akhirnya sampai di terminal pangkalan bun, btw di
tempat inilah uun mendapati tas atu2na hilang, alias
disappear terbawa orang lain. Akhirnya dengan naik
ojek kita sampai di depan rumah sakit, hawa kebudayaan
dayak lumayan kental disini. Lalu aku mengontak agen
Bayu yang sudah lebih dulu di lokasi kejadian perkara.
Tak berapa lama kami bertemu cipika cipiki akhirnya
kami sudah tidak berbusana ( maksudnya mandi di kamar
mandi dan itu sendiri2). Kost kami lumayan afdol ya
memang harga agak mahal, karena bangunan baru. Sekitar
kami juga banyak keluarga muda, dan juga hutan
berserta pohon durian. Setelah mandi, kami naik ojek
ke pasar, ke pasar? Ya ke pasar, apakah kalian lupa
agen UUN kehilangan tasnya tentu saja kami harus
membeli kostum baru untuk dia, setelah di pasar kami
membeli 2 buah hem 1 celana pendek, handuk, CD ( for
teenage ), dan lain2, setelah sampai di kost. Kami
langsung menemui mr suyuti setelah sebelumnya bertemu
dg bapak Kardianto yang kebetulan sedang di kantin. Mr
Suyuti inilah yang mengajak kami berkeliling, orangnya
antusias dan pintar tentu saja. Ya iyalah wong dokter
lulusan amrik, lalu setelah menandai titik koordinat
lokasi, kami merencanakan untuk memasang bom SIMRS di
rumah sakit tersebut. Kemudian keesokan harinya kami
meminta data2 dari rumah sakit dalam rangka untuk
setup master.
Sebelumnya rumah sakit ini telah memasang SIMRS dari
vendor lain, akan tetapi tidak bisa berjalan, kemudian
setelah kedatangan Mr.Suyuti di RS tersebut, ingin
menghidupkan kembali SIMRS yang telah lama bersemayam
di komputer2 client dan di server. Akan tetapi SIMRS
yang baru setengah matang tersebut lagi2 tewas di
tengah jalan. Aplikasi SIMRS yang lama menggunakan
foxpro dan database sql server, sebenarnya tampilannya
lumayan enak, hanya validasi dan sistem di dalamnya
yang kacau beliau.
Setelah beberapa hari kami mulai memasang aplikasi di
beberapa komputer di sebuah ruangan bekas ruangan
bedah, karena di langit2 ada lampu operasi yang guede
bianget.
Disinilah kami makan, bban bentar, dan bekerja selama
beberapa waktu, server yang kami pakai pun kami ambil
dari komptuer Acer multimedia di tambah memori 1
Gbyte. Ampe sekarang masih cukup mumpunyi, karena
kunjungan rajal untuk rumah sakit Pangkalan Bun tidak
terlalu banyak. Orang RS yang antusias dalam rangka
melancarkan SIMRS sangat membantu kami dalam
implementasi, juga agen UUN yang rajin sholat 5 waktu
dan tekun sangat membantu kelancaran implementasi di
sini.
Mr Suyuti sebagai kepala YANMED di RS ini sangat
teliliti hampir tiap hari jika ada keganjilan,
langsung kontak kepada kami. Sehingga req pun
berdatangan silih berganti, dengan komputer lama dan
baru serta server seadanya kami berhasil
mengimplementasikan SIMRS di belahan pulau
kalimantan.Btw dukungan Rumah Sakit dan rekan rekan di
kantor lah yang bisa melancarkan implementasi ini. Ada
beberapa kegagalan implementasi karena rumah sakit
sendiri tidak mendukung. Its a team work honey, jika
main as single player aja podo wae, gempor pastim...
Pernah suatu saat staff rumah sakit mengajak kami ke
kantin, katanya ada SUSU BERUANG,wah…ini dia dalam
hati kami, susu kuda liar aja susah dapetnya apalagi
susu beruang….gmana meremasnya eh memerasnya…bisa kena
cakar gak dapet susu malah dapet no MR alias masuk
RSUD Sultan Imanuddin di IGD..
Mungkin dengan bantuan dokter anastesi di rumah sakit,
beruangnya di bius dulu kemudian susunya diremas eh
maksud saya diperas, banyangin aja..beruang lagi bobo,
susunya diperas….apa jadinya kalo bangun ntar bias
kaing2..nanti setelah bangun si beruang berceloteh ”
Kok mrengkel2 susu guwa yah…? “ hahaha
Ternyata rekan kami membelikan susu beruang dalam
kaleng alias Bear Brand…walah nek iki neng yogjo wae
ono mas….
Impian kami untuk meminum susu beruang musnah
sudah…tunggu nek dah balik rumah..minum ‘yang lain’
Ehiek….
Ya ini sukanya aja dukanya juga ada…tampi jangan
disini ntar kalian ikut sedih…malah kasih duwit..
Pangkalan Bun, Agen Boed – UUN

0 komentar:
Posting Komentar